Kader Adiwiyata Menjaga Bumi SMA 3 Salatiga

SMA Negeri 3 Salatiga memang terletak di jantung Kota Salatiga. Meski begitu, dengan luas lahan 5,3 hektare menjadikan sekolah ini dikelilingi lahan yang hijau. Tak kurang dari 76 jenis tanaman dikoleksi oleh SMA yang sebagian besar bagunannya merupakan peninggalan zaman Belanda. Bahkan SMA 3 Salatiga memiliki hutan sekolah. Iya, hutan beneran karena ditanami dengan berbagai tanaman keras.

Potensi lingkungan yang hijau dengan berbagai macam tanaman ini tentu saja menjadi masalah tersendiri, yakni sampah daun dan rerumputan. Untunglah di SMA 3 sudah ada ekstrakurikuler yang bergerak dalam kepedulian lingkungan, yakni Jaga Bumi. Banyak hal yang sudah dilakukan ekstrakurikuler yang dibimbing oleh Arief Prihastono, S.Pd. ini. Satu di antaranya adalah pemanfaatan sampah organik di SMA 3 menjadi kompos.

Baca juga : WS Ecobrick di SMA Negeri 3 Salatiga

Karena itulah, demi mendukung gerakan SMA 3 Salatiga menjadi sekolah adiwiyata, team Jaga Bumi bersama Team Adiwiyata SMA 3 bertepatan dengan Hari Kartini menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik alias kompos di lingkungan Aula Smantisa. Lebih dari 100 siswa kader adiwiyata dari kelas X dan XI dilibatkan dalam kegiatan ini. Dalam kegiatan ini juga menghadirkan duta adiwiyata, yakni Andika Nuriyadi Rafa Utomo (XI-IPS 1) dan Fachrami Gamashinta (XI-MIPA 4).

Pelatihan yang menampilkan Arief Prihastono sebagai narasumber ini dibuka secara langsung oleh Kepala Sekolah Drs. Suyitno, M.Pd. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah mengatakan bahwa sebenarnya untuk penanganan sampah organic menjadi pupuk di SMA 3 sudah berlangsung cukup lama. Hanya saja, imbuhnya, dengan dilibatkannya para kader adiwiyata ini akan lebih meningkat lagi pengolahannya.

“Masalah sampah yang berbasis tumbuh-tumbuhan di sekolah kita akan ditingkatkan lagi sehingga jika produksinya dapat ditingkatkan lagi maka dapat digunakan untuk memupuk tanaman di lingkungan sekolah. Jika masih ada kelebihan, pupuk dapat dijual sehingga bernilai ekonomis,” katanya.

Pak Yitno pun berharap melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh sekolah, para siswa dapat mengembangkan skillnya baik di lingkungan rumah sendiri maupun di tempat lain. Sehingga, sambungnya, kelak para siswa dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.

Di akhir sambutannya, Kepala Sekolah yang menginginkan SMA 3 Salatiga mempunyai ciri yang berbeda dengan SMA lain di Kota Salatiga ini menyampaikan kepada peserta pelatihan kompos agar kader wiyata memiliki kecakapan-kecakapan hidup.

Pelatihan pembuatan pupuk organik ini mendapatkan perhatian yang besar dari peserta. Dengan berkelompok mereka mengikuti praktik pembuatan pupuk yang dibimbing Team Ekskul Jaga Bumi. Mereka pun mengungkapkan, bahwa pelatihan yang diikutinya itu sangat bermanfaat. Meski mengaku sedikit lelah, tapi menurut mereka materi pembuatan kompos sangat menarik.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar