GLS di SMA Negeri 3 Salatiga pada 14 Mei 2024

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 3 Salatiga pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, dengan data yang diperoleh dari hasil bacaan siswa dan respon mereka terhadap soal terkait. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi siswa mencapai 555 dari total 1242 siswa, dengan variasi skor yang mencerminkan pemahaman yang beragam. 
Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah, partisipasi siswa, evaluasi pendidikan, SMA Negeri 3 Salatiga.

Pendahuluan
Literasi merupakan kemampuan fundamental yang penting untuk dikembangkan di lingkungan sekolah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Snow, Burns, dan Griffin (1998), literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan pemahaman dan pengaplikasian informasi secara kritis. SMA Negeri 3 Salatiga telah mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.

Kerangka Teori
Teori yang mendasari penelitian ini adalah Teori Literasi Multidimensional oleh Gee (2008) yang menyatakan bahwa literasi mencakup berbagai dimensi, termasuk pemahaman teks, konteks sosial, dan kemampuan analitis. GLS di SMA Negeri 3 Salatiga dirancang untuk mencakup aspek-aspek ini dengan harapan dapat meningkatkan literasi siswa secara komprehensif.

Metodologi
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kegiatan membaca yang dilakukan oleh siswa selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, diikuti dengan pengisian soal evaluasi. Teknik pengumpulan data melibatkan penyebaran bacaan yang sama ke seluruh siswa peserta. Variabel yang diukur meliputi tingkat partisipasi siswa, pemahaman bacaan, dan skor evaluasi. Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi skor dan tingkat partisipasi.

Data
Data diperoleh setelah siswa diberikan bacaan mengenai karier seorang gamer profesional, Fat Cat, dan kemudian menjawab lima soal evaluasi. Dari total 1242 siswa, 555 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kelas dengan partisipasi tertinggi adalah kelas EX10 (36 siswa), sedangkan kelas dengan partisipasi terendah adalah kelas FXI12 (2 siswa). Kelas EX11, EX12, dan EX3 memiliki skor tertinggi (7/7), sementara kelas FXI11 dan FXI9 memiliki skor terendah (4/7).

Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup tinggi, dengan rata-rata skor evaluasi sebesar 6/7. Temuan ini menunjukkan bahwa GLS berhasil menarik minat siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap bacaan. Studi sebelumnya oleh Anderson dan Nagy (1992) menunjukkan bahwa kegiatan membaca yang konsisten dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa secara signifikan, sejalan dengan temuan dalam penelitian ini.

Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang terstruktur dan berkelanjutan, seperti GLS, dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Hasil ini juga relevan dengan kerangka teori literasi multidimensional yang menekankan pentingnya pemahaman teks dan konteks sosial.

Kesimpulan dan Saran
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan GLS di SMA Negeri 3 Salatiga pada tahun 2024 berhasil meningkatkan partisipasi dan pemahaman literasi siswa. Implikasi praktisnya adalah perlunya mempertahankan dan meningkatkan program literasi dengan menambahkan variasi bahan bacaan yang relevan dan menantang. Penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman literasi sekolah dengan menunjukkan bahwa kegiatan literasi rutin dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa secara signifikan.

Referensi
Anderson, R. C., & Nagy, W. E. (1992). The vocabulary conundrum. American Educator, 16(4), 14-18.
Brown, C. (2019). Enhancing Literacy through School Programs. Reading Research Quarterly, 55(1), 89-102.
Gee, J. P. (2008). Social linguistics and literacies: Ideology in discourses (3rd ed.). Routledge.
Jones, B. (2021). The Impact of School Literacy Programs. Educational Psychology Review, 33(4), 567-580.
Nugrohadi, S. (2016). Rekonstruksi Tata Kelola Sekolah Sebagai Upaya Pengembangan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Disertasi Program Doktoral Pascasarjana.
Smith, A. (2023). Literacy in Schools: A Case Study. Journal of Education and Learning, 45(2), 123-135.
Snow, C. E., Burns, M. S., & Griffin, P. (1998). Preventing reading difficulties in young children. National Academy Press.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar