SMA Negeri 3 Salatiga Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Tahun 2026

Jumat pagi itu, 23 Januari, jam menunjukkan pukul 8. Gerimis sudah mulai turun. Namun begitu, hal itu tidak menyurutkan para siswa SMA Negeri 3 Salatiga untuk melangkahkan kaki ke Masjid An Nur. Sementara dari Masjid An Nur, syair-syair pujian dari grup rebana sebagai pengisi pra-kegiatan mulai dilantunkan.

Para siswa baru saja mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas selama 2 jam pelajaran. Dengan pakaian takwanya, mereka menerobos gerimis yang lumayan lebat untuk mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. 

Tepat pukul setengah sembilan acara dimulai dan dibuka dengan Asmaul Husna yang dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Khas peringatan Isra Mikraj, sang qari membacakan QS Al Isra dengan merdu.

Ketua Panitia yang juga Ketua SKI An Nur, Ahmad Naryama Asadel, mengaku bangga atas antusiasme kehadiran teman-temannya dalam peringatan Isra Mikraj. 

"Saya bangga atas antusiasme teman-teman dalam kegiatan peringatan Isra Mikraj ini untuk belajar bersama meneladani Rasulullah di tengah arus modernisasi dan tantangan zaman," begitu kata Asadel dalam sambutannya di depan Kepala Sekolah Drs. Suyitno, M.Pd., para guru, Tenaga Kependidikan, dan penceramah KH. M. Hanifudin, S.H.I.

Sementara Drs. Supriyanto dalam sambutannya mengatakan, Isra Mikraj merupakan peristiwa besar dalam agama Islam karena disyariatkannya ibadah salat. Diharapkannya , melalui kegiatan peringatan ini ada peningkatan dari para siswa dalam ibadah salatnya baik dari segi ketertiban, kekhusyukan, maupun dalam memaknainya.

"Syukur nanti anak-anak bisa salat dan memahami maknanya," katanya.

Saat menjabarkan pentingnya ibadah salat yang diterima Nabi Muhammad, KH. Hanifudin membawakannya dengan interaktif. Dijelaskannya sebab seseorang mudah meninggalkan salat. 

"Kita mudah meninggalkan salat karena dosanya tidak tampak. Seandainya dosa itu ditampakkan, saya yakin, anak-anak SMA 3 tidak ada yang meninggalkan salat," terangnya. 

Penceramah yang juga seorang pengajar di SMA Sudirman Ambarawa itu juga menerangkan sebab-sebab seseorang boleh meninggalkan salat, seperti sedang haid atau nifas bagi perempuan. Lupa atau ketiduran juga bisa menjadi sebab seseorang (boleh) meninggalkan salat. 

Tepat pukul 10.45 kegiatan peringatan hari besar Islam itu usai berbarengan dengan turunnya hujan. Masjid kembali berbenah untuk pelaksanaan salat Jumat.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar