Samuel Ngastoroso: HARKITNAS Memperkuat Literasi Digital

Gerimis baru saja reda. Pukul 7 pagi para peserta upacara yang terdiri dari guru, karyawan, murid, dan mahasiswa praktikan memasuki lapangan utama guna melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 pada Rabu (20/5).

Bertindak sebagai pembina upacara Samuel Ngastoroso, S.Th. sedangkan petugas upacara oleh Paskibra Pratita Wijaya asuhan Munding Riyani, S.Pd.

Membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital,  Samuel mengatakan, peringatan harkitnas kali ini merefleksikan momentum fundamental yang merujuk berdirinya Budi Utomo pada 1908.

Kebangkitan Nasional, imbuhnya, merupakan sebuah proses yang dinamis tanpa kehilangan jati diri.

"Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital," katanya. 

Dalam membacakan sambutan yang bertema jaga tunas bangsa demi kedaulatan negara ini, Samuel menyampaikan upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa, seperti program makan bergizi gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, cek kesehatan gratis (CKG), dan pendirian Kopdes Merah Putih (KMP). 

Selain itu juga peningkatan kualitas manusia dengan melindungi generasi muda. Utamanya untuk membentengi anak di bawah 16 tahun dalam menggunakan media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan ini untuk memastikan para tunas bangsa mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya. 

"Mari kita jadikan momentum (peringatan Kebangkitan Nasional) ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama," tegasnya. 

Upacara yang berlangsung selama tiga seperempat jam ini berlangsung tertib dan khidmat.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar