Partisipasi Siswa dalam GLS di 26/3/2024 : Tinjauan Terbaru

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 3 Salatiga dengan fokus pada partisipasi siswa. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan melibatkan 423 siswa dari total 1242 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa aktif mengikuti GLS dengan skor rata-rata 4/5. Implikasi temuan ini untuk peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dibahas dalam artikel ini. 
Kata kunci: partisipasi siswa, Gerakan Literasi Sekolah, SMA Negeri 3 Salatiga, keterampilan literasi.

Pendahuluan
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan inisiatif penting dalam upaya meningkatkan keterampilan literasi siswa di Indonesia. Di SMA Negeri 3 Salatiga, GLS diwajibkan sebagai bagian dari program pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi GLS dan partisipasi siswa dalam kegiatan ini.

Kerangka Teori
Teori partisipasi siswa dalam kegiatan literasi menekankan pentingnya dukungan dari sekolah, keluarga, dan lingkungan belajar yang kondusif. Selain itu, teori tentang keterampilan literasi menyoroti hubungan antara partisipasi dalam kegiatan literasi dengan peningkatan keterampilan membaca dan menulis siswa.

Metodologi
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan melibatkan 423 siswa dari 36 kelas di SMA Negeri 3 Salatiga. Data diperoleh setelah siswa diberikan bacaan dan menjawab 5 soal terkait. Teknik pengumpulan data adalah observasi langsung terhadap partisipasi siswa dan skor yang diperoleh dari hasil soal yang dijawab siswa. Variabel yang diukur meliputi partisipasi siswa dan skor siswa dalam tes.

Data
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa aktif mengikuti GLS, dengan rata-rata skor 4/5. Kelas dengan partisipasi tertinggi adalah kelas X 4 dengan 33 siswa, sedangkan kelas dengan partisipasi terendah adalah kelas XI 6 dengan hanya 2 siswa. Temuan menunjukkan bahwa skor tertinggi diperoleh oleh beberapa kelas X dan XI, sementara skor terendah terdapat pada beberapa kelas XI. Rekomendasi dari temuan ini adalah untuk lebih mendukung partisipasi siswa dalam kegiatan GLS dan memberikan perhatian khusus kepada kelas-kelas dengan skor terendah.

Pembahasan
Temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan literasi dapat berpengaruh positif terhadap keterampilan literasi mereka. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya terus mendorong partisipasi siswa dalam kegiatan literasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Kesimpulan dan Saran
Partisipasi siswa dalam Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 3 Salatiga menunjukkan tingkat yang memuaskan, namun masih terdapat variasi antar kelas. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya dukungan yang terus-menerus dari pihak sekolah untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi. Kontribusi penelitian ini terhadap pemahaman tentang pentingnya partisipasi siswa dalam kegiatan literasi sebagai upaya meningkatkan keterampilan literasi siswa.

Referensi
Dewi, S. K., & Hartati, S. (2020). Gerakan Literasi Sekolah: Tinjauan Teoretis dan Praktis. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(1), 53-64.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan Gerakan Literasi Sekolah.

Nugrohadi, S. (2016). Rekonstruksi Tata Kelola Sekolah Sebagai Upaya Pengembangan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Disertasi Program Doktoral Pascasarjana.

Setiawan, B., & Pratiwi, D. (2018). Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Keterampilan Literasi Siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 87-98.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar