Guru SMA Negeri 3 Salatiga Produksi Konten Pembelajaran Berbasis TIK

Salatiga — Guru SMA Negeri 3 Salatiga terlibat dalam kegiatan produksi dan workshop konten pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang difasilitasi Balai Pengembangan Media dan Teknologi Pendidikan (BPMPTP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula SMA Negeri 3 Salatiga pada 28–29 Januari 2026 dan diikuti guru lintas mata pelajaran. Fokusnya adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang serta memproduksi materi ajar digital yang dapat langsung digunakan di kelas.

Apa yang Dilakukan?

Dalam workshop ini, guru tidak hanya menerima materi konseptual, tetapi mempraktikkan langsung penyusunan konten pembelajaran. Mereka menyusun skenario materi, memilih media visual, hingga mengembangkan bahan ajar berbasis digital yang kontekstual dengan kebutuhan siswa.

Pendekatan tersebut mendorong guru beralih dari sekadar pengguna materi daring menjadi pembuat konten pembelajaran sendiri.

Mengapa Kegiatan Ini Penting?

Kebutuhan pembelajaran yang semakin visual dan interaktif menuntut materi yang lebih adaptif. Tidak semua bahan ajar yang tersedia di internet sesuai dengan karakter siswa di tiap sekolah. Dengan memproduksi konten sendiri, guru dapat menyesuaikan contoh, bahasa, dan konteks dengan lingkungan belajar siswa.

Hal ini dinilai membantu memperjelas konsep sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Siapa yang Terlibat?

Kegiatan ini melibatkan guru SMA Negeri 3 Salatiga sebagai peserta utama, dengan fasilitasi dari BPMPTP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Para guru dari berbagai bidang studi bekerja bersama dalam sesi praktik dan diskusi.

Bagaimana Prosesnya?

Workshop berlangsung dalam format tatap muka dengan sesi diskusi dan praktik langsung. Guru menyusun materi berbasis TIK, mempresentasikan hasilnya, serta memperoleh umpan balik untuk penyempurnaan.

Hasil produksi konten tersebut dirancang untuk langsung diterapkan dalam pembelajaran di kelas masing-masing.

Refleksi

Pelatihan berakhir dalam dua hari, tetapi proses belajar guru tidak berhenti di situ. Ukurannya bukan pada jumlah materi yang dihasilkan, melainkan pada sejauh mana konten tersebut benar-benar membantu siswa memahami pelajaran. Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Dampaknya bergantung pada bagaimana guru menggunakannya di ruang kelas.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar