Suasana Jumat pagi di SMA Negeri 3 Salatiga terasa berbeda. Pada hari itu, siswa menjalani kegiatan pembinaan rohani sesuai dengan keyakinan masing-masing sebagai bagian dari pembelajaran karakter di sekolah.
Siswa Muslim mengikuti peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang diselenggarakan di lingkungan sekolah. Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna dan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, siswa mengikuti sambutan dan tausiyah yang mengangkat makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dalam tausiyah yang disampaikan, siswa diajak memahami bahwa Nuzulul Quran bukan hanya peristiwa sejarah dalam Islam, tetapi juga pengingat tentang pentingnya membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut diharapkan menjadi penguatan bagi siswa untuk membangun sikap disiplin, jujur, dan saling menghargai.
Sementara itu, pada waktu yang sama siswa beragama Katolik mengikuti kegiatan perayaan Paskah di Gereja Santo Paulus Miki Salatiga. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat tugas dari sekolah dan diikuti oleh siswa yang terdaftar sebagai peserta. Perayaan ini menjadi bagian dari pembinaan iman sekaligus kesempatan bagi siswa untuk merefleksikan makna Paskah dalam kehidupan mereka.
Adapun siswa beragama Kristen mengikuti kegiatan Pendalaman Iman di ruang agama sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa diajak berdiskusi dan membaca bagian-bagian Alkitab yang berkaitan dengan nilai pengharapan, pengampunan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan rohani secara bersamaan ini menunjukkan upaya sekolah dalam memberikan ruang bagi setiap siswa untuk menjalankan pembinaan keagamaan sesuai keyakinannya. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang ajaran agama, tetapi juga tentang hidup berdampingan dalam keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan sekolah.
Bagi banyak siswa, hari itu bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan. Ia menjadi pengingat bahwa sekolah juga merupakan ruang untuk membangun kesadaran spiritual, sekaligus belajar menghargai perbedaan yang ada di sekitar mereka.



.jpg)
0 Komentar