Koordinasi Penguatan Peran BK dalam Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan

Salatiga – Plt. Kepala SMA Negeri 3 Salatiga, Supriyanto, S.Pd., Jumat (24/7) memimpin rapat koordinasi penguatan peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam proses Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan bagi peserta didik Kelas X yang akan memasuki Fase F Tahun Ajaran 2026/2027.

Rapat diikuti Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, guru BK, dan tim manajemen sekolah sebagai bagian dari persiapan implementasi Kurikulum Merdeka yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dalam menentukan mata pelajaran sesuai minat, bakat, kemampuan, dan rencana kariernya.

Dalam arahannya, Supriyanto menegaskan bahwa pemilihan mata pelajaran tidak sekadar menentukan susunan jadwal belajar, tetapi merupakan proses penting untuk membantu peserta didik merancang masa depannya.

"Guru BK memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik mengenali potensi dirinya sehingga pilihan mata pelajaran benar-benar mendukung cita-cita dan rencana karier mereka," ujar Supriyanto, S.Pd.

Sesuai panduan Kemendikdasmen, proses pendampingan BK dilakukan melalui layanan responsif dan eksplorasi karier dengan menggali berbagai pertanyaan reflektif kepada peserta didik, antara lain:

  • Apa rencanamu setelah lulus SMA?
  • Mau ke mana setelah SMA?
  • Pilihan karier apa yang tersedia?
  • Jika kuliah, program studi dan perguruan tinggi apa yang dipilih? Mengapa?
  • Jika bekerja, pekerjaan apa yang ingin dipilih? Mengapa?
  • Mata pelajaran apa yang dapat mendukung pilihan karier tersebut?
  • Aktivitas apa yang dapat mendukung karier yang diinginkan?
  • Sudahkah kamu memiliki gambaran tentang masa depanmu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi dasar layanan BK sebelum peserta didik menetapkan mata pelajaran pilihan sesuai minat, bakat, dan kemampuannya.

Dr. Saptono Nugrohadi menegaskan bahwa hasil pendampingan BK menjadi fondasi dalam pengolahan data akademik sekolah.

"Pendampingan BK merupakan kunci agar peserta didik memilih mata pelajaran berdasarkan pemahaman terhadap potensi dan rencana kariernya, bukan semata mengikuti teman atau tren. Dengan demikian, proses penyusunan rombongan belajar dan layanan pembelajaran dapat berlangsung lebih tepat sasaran."

Melalui koordinasi ini, SMA Negeri 3 Salatiga berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik dengan memastikan setiap keputusan akademik didasarkan pada proses pendampingan yang profesional dan berkelanjutan.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar