SALATIGA — Sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana (FKIP UKSW) menjalani Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 3 Salatiga. Kehadiran mahasiswa dari tiga program studi itu membuka ruang bagi calon pendidik untuk mengenali praktik pendidikan secara langsung di lingkungan sekolah.
Mahasiswa berasal dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta Pendidikan Sejarah. Berdasarkan surat FKIP UKSW, pelaksanaan PLP berlangsung pada 24 Agustus hingga 4 Desember 2026.
Penyerahan mahasiswa kepada sekolah dilakukan oleh dosen pembimbing, Destri Sambara Sitorus, S.Pd., M.Pd. dari Pendidikan Ekonomi dan Dra. Nani Mediatati, M.Pd. dari PPKn. Kegiatan penyerahan dipandu oleh Ibu Paulina.
Dalam penyerahan tersebut, Destri menekankan pentingnya pengalaman di sekolah sebagai bagian dari pembentukan kompetensi calon pendidik.
“PLP memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan sekolah. Mereka tidak hanya mengenali pembelajaran di kelas, tetapi juga perlu memahami budaya kerja, tanggung jawab, dan cara membangun relasi yang baik dalam lingkungan pendidikan,” ujar Destri.
Nani menambahkan bahwa pengalaman lapangan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan situasi pendidikan yang nyata.
“Kami berharap mahasiswa mampu belajar dari guru dan seluruh warga sekolah, sekaligus menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh secara bertanggung jawab. Pengalaman inilah yang akan memperkaya kesiapan mereka sebagai calon pendidik,” kata Nani.
Pihak SMA Negeri 3 Salatiga menerima mahasiswa untuk mengikuti proses PLP dan beradaptasi dengan kehidupan sekolah. Dalam sambutan penerimaan, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si. menempatkan PLP sebagai proses belajar bersama antara mahasiswa, guru, dan sekolah.
“Kami menerima mahasiswa PLP sebagai bagian dari lingkungan belajar di SMA Negeri 3 Salatiga. Gunakan kesempatan ini untuk mengamati, belajar, berinteraksi, dan memahami bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung saat guru mengajar di kelas, tetapi juga melalui tanggung jawab dan kehidupan sekolah sehari-hari,” ujar Saptono.
Dokumen FKIP UKSW mencatat empat mahasiswa mengikuti PLP 1 dan PLP 2, tiga mahasiswa mengikuti PLP 2, serta lima mahasiswa mengikuti PLP 3. Mereka berada dalam pendampingan dosen dari tiga bidang studi.
Bagi mahasiswa kependidikan, sekolah menjadi tempat untuk menguji pemahaman yang sebelumnya banyak diperoleh melalui perkuliahan. Mereka berhadapan langsung dengan proses pembelajaran, karakter siswa, budaya sekolah, serta berbagai tanggung jawab profesional yang menyertai pekerjaan seorang pendidik.
Dengan demikian, PLP tidak berhenti pada pemenuhan program akademik. Kehadiran 12 mahasiswa di SMA Negeri 3 Salatiga menjadi bagian dari proses mempertemukan pendidikan calon guru di perguruan tinggi dengan kenyataan pendidikan di sekolah.


0 Komentar