SALATIGA — Kepemimpinan tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga dilatih melalui tanggung jawab, kerja sama, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi. Pengalaman itu menjadi bagian dari Gladian Pimpinan Sangga (Glapinsa) yang digelar Ambalan Kamajaya-Kamaratih Gudep 01.015-01.016 Pangkalan SMA Negeri 3 Salatiga, Sabtu, 29 Agustus.
Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 selama setengah hari. Mereka terdiri atas Ketua Sangga dari masing-masing kelas dan Dewan Ambalan. Kegiatan juga melibatkan Bawana Satya, Saka Bakti Husada, BPBN, serta para pembina.
Glapinsa menjadi bagian dari proses regenerasi Ambalan Kamajaya-Kamaratih. Melalui kegiatan tahunan tersebut, anggota Pramuka disiapkan untuk memiliki kemampuan memimpin, disiplin, bekerja sama, serta mengambil peran dalam organisasi.
Kamabigus SMA Negeri 3 Salatiga Supriyanto, S.Pd., yang membuka kegiatan, menekankan bahwa aktivitas Pramuka yang terlihat sederhana sesungguhnya memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter dan keterampilan.
“Gerakan Pramuka itu adalah organisasi yang kegiatannya sederhana. Tapi, di balik kesederhanaannya itu Pramuka terbukti mampu mencetak calon-calon pemimpin yang berkarakter dan terampil dalam segala kondisi,” kata Supriyanto, yang juga Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 3 Salatiga.
Dengan tema “Menyatukan tekad dan tekun berkarya, mewujudkan kepemimpinan berbudi luhur dan mulia”, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai kepemimpinan organisasi. Mereka juga memperoleh pengetahuan tentang Saka Bakti Husada serta penanggulangan bencana. Sejumlah permainan kelompok digunakan untuk melatih kerja sama antarpeserta.
Materi tersebut memperluas makna kepemimpinan yang dipelajari peserta. Seorang pemimpin tidak cukup hanya mampu mengarahkan kelompok, tetapi juga perlu memiliki kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan bekerja bersama ketika menghadapi persoalan.
Melalui materi penanggulangan bencana, misalnya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai langkah awal menghadapi kondisi darurat. Sementara pengenalan Saka Bakti Husada menambah wawasan mereka mengenai peran Pramuka dalam bidang kesehatan.
Glapinsa pada akhirnya menjadi ruang bagi anggota Ambalan Kamajaya-Kamaratih untuk belajar mengambil tanggung jawab sebelum kelak meneruskan organisasi. Regenerasi itu dimulai dari pengalaman sederhana: memimpin kelompok, bekerja bersama, disiplin, serta memahami bahwa kepemimpinan juga berarti kesiapan untuk membantu orang lain.


.jpeg)

0 Komentar