Jackbag Bawa Smantisa Raih Penghargaan Nasional

SALATIGA — Limbah kain perca yang kerap berakhir sebagai sampah diolah siswa SMA Negeri 3 Salatiga menjadi produk fesyen dua fungsi. Inovasi bernama Jackbag itu mengantarkan tim Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) sekolah tersebut meraih Juara Favorit 2 tingkat nasional dalam Science Day 2026.

Jackbag dikembangkan oleh Evan Shallom Sangkakala (XII-6), Shalomita Calista Wuner dan Cintakrista Adyu Nugroho (XII-2), Cecilia Rizky Setyowati (X-5), serta Eltsania Bernadine Husna (X-2). Tim mendapat bimbingan Bangun Nugroho, S.Pd.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) pada 18 Juli–1 Agustus 2026 tersebut, tim mengusung karya “Jackbag: Transformasi Limbah Kain Perca Menjadi Fashion 2-in-1.”

Jackbag dirancang sebagai hoodie yang dapat diubah menjadi tote bag dengan memanfaatkan kancing dan zipper. Satu produk dengan demikian memiliki dua fungsi tanpa meninggalkan gagasan utama tim: memanfaatkan kembali limbah tekstil.

“Kami menghadirkan Jackbag sebagai solusi upcycling kreatif yang mengubah limbah kain perca menjadi produk fashion multifungsi dan ramah lingkungan,” terang tim KIR dalam paparannya.

Gagasan tersebut dikembangkan untuk menjawab tema Science for a Living Planet: Embracing Nature, Caring for Life. Tim melihat kain perca sebagai bahan yang masih mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan menjadi produk baru, bukan semata sisa produksi.

“Inovasi kami ini adalah langkah nyata untuk menunjukkan bahwa kita semua tetap bisa tampil fashionable tanpa membebani bumi dengan sampah tekstil,” tegas Evan Shallom dan tim.

Selain memiliki dua fungsi, Jackbag menggunakan motif batik abstrak. Karakter kain membuat motif setiap hoodie maupun tote bag tidak persis sama sehingga masing-masing produk memiliki tampilan tersendiri.

Proses penilaian Science Day 2026 berlangsung secara daring dengan materi berupa video reels dan foto yang dipublikasikan melalui Instagram. Tahap final dilaksanakan secara daring pada 1 Agustus 2026.

Penghargaan tersebut memperlihatkan bagaimana penelitian siswa dapat berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagi tim KIR SMA Negeri 3 Salatiga, kain perca menjadi bahan untuk menguji satu gagasan sederhana: memperpanjang usia material melalui produk yang tetap memiliki fungsi dan nilai pakai.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar