Dalam rangka membangun sinergi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026, SMA Negeri 3 Salatiga menyelenggarakan sosialisasi kepada orang tua murid kelas XII pada Selasa, 11 Agustus di Aula Smantisa. Kegiatan yang diprakarsai Bidang Humas itu menampilkan Plt. Kepala Sekolah, Supriyanto, S.Pd. dan Waka Kurikulum Dr. Saptono Nugrohadi sebagai narasumber.
Menyambut dan mengapresiasi kehadiran orang tua murid, Supriyanto memaparkan kondisi fisik sekolah dan sumber daya yang dimiliki SMA 3 Salatiga.
“Dibandingkan dengan SMA lain, SMA kita itu sangat luas wilayahnya,” katanya.
Dituturkannya, sudah banyak prestasi yang diperoleh SMA yang terletak di Jalan Kartini itu, baik secara perorangan oleh muridnya dalam bidang akademik dan nonakademik maupun secara kelembagaan.
“Tahun ini (2026) SNBP kita memang menurun dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Tapi, kita masih yang tertinggi, nomor satu, di antara SMA lain di Kota Salatiga,” terangnya saat menunjukkan data SNBP dalam tiga tahun terakhir.
Menyinggung TKA, Supriyanto yang definitf sebagai Kepala SMAN 1 Ambarawa ini menjelaskan bahwa dalam rakor try out TKA Provinsi Jawa Tengah telah ditekankan beberapa hal sehubungan dengan peringkat 3 yang diperoleh provinsi Jateng dalam TKA tahun lalu. Di antaranya bahwa pada tahun 2026 ini, kabupaten/kota dengan nilai rerata TKA yang tertinggi akan mendapat piagam penghargaan. Sebaliknya, 3 kabupaten/kota dengan nilai rerata TKA yang terendah akan mendapatkan pembinaan.
Karena itu, Plt. Kepala SMA Negeri 3 Salatiga yang beralamat di Kembangarum, Dukuh, Salatiga ini mengajak para orang tua untuk bersinergi dengan sekolah agar putra-putrinya memperoleh hasil yang optimal dalam TKA yang akan ditempuh pada akhir Oktober – awal November nanti.
Meningkatkan Pemahaman Bersama
Pada materi sosialisasi kedua, Saptono Nugrohadi menggarisbawahi pentingnya pertemuan sekolah dengan orang tua terkait TKA. Dijelaskannya bahwa murid kelas XII berada pada fase kritis untuk persiapan ke jenjang Pendidikan lanjut.
“Karena itu, perlu pemahaman bersama antara sekolah, siswa, dan orang tua soal TKA ini,” tegasnya.
Dalam persiapan akademik dan pemilihan mata pelajaran TKA, perlu sinergi antara ketiga pihak. Ini karena TKA memiliki keterkaitan langsung dengan proses seleksi masuk perguruan tinggi, khususnya jalur SNBP tahun 2026.
Setelah memaparkan pengertian, regulasi, dan tahapan TKA, Saptono Nugrohadi mengajak para orang tua untuk menjadi pendamping, pendengar, dan motivator pagi keberhasilan TKA putra-putrinya. Dia pun mencontohkan beberapa alumni yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri, bahkan ada yang diterima di 9 perguruan tinggi luar negeri.
Ditekankannya bahwa TKA bukan sekadar mengejar nilai, tetapi kesempatan sekolah, murid, dan orang tua untuk lebih mengenali kemampuan dan mempersiapkan masa depan sang murid yang lebih baik.
"Terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan kolaborasi orang tua/wali murid. Bersama kita wujudkan generasi yang siap, jujur, dan berprestasi. Mari terus bersinergi demi masa depan yang gemilang,” pungkasnya.
Sosialisasi TKA ini mendapatkan sambutan yang baik dari orang tua. Saat sesi tanya jawab, kesempatan ini digunakan orang tua untuk mempertanyakan kesempatan putra-putrinya kaitannya dengan adanya TKA. Bahkan setelah acara selesai, ada beberapa orang tua yang langsung menemui narasumber untuk berkonsultasi.



0 Komentar