Satu lagi Tim KIR SMA Negeri 3 yang mengukir prestasi dalam ajang Thailand International Science, Invention and Innovation Fair (TISIIF) 2026 yang berlangsung pada 20 Juli lalu secara daring. Ajang lomba yang diselenggarakan oleh IYSA (Indonesian Young Scientist Association) dan Next Generation Knowledge di Thailand ini ditujukan bagi para peneliti muda dari berbagai negara. Adapun negara yang mengirimkan timnya adalah Thailand, Malaysia, Vietnam, Kazakhstan, Mexico, Turkmenistan, Hongkong.
Dalam ajang kali ini, SMA Negeri 3 Salatiga menurunkan Tim KIR untuk bidang Life Science, Translational Medicine, and Health. Tim KIR ini beranggotakan Maynard Jibrilian Haidar (XII.5), Revalina Elda Putri Hardiyanto (XII.5), Nisfa Violeta Aura Ababil (XII.1), Aqila Maulida Salsabila (XII.1), Cintakrista Adyu Nugroho (XII.2), dan Shalomita Calista Wuner (XII.2).
Tim KIR yang anggotanya sebentar lagi akan meninggalkan bangku SMA-nya ini meneliti daun suruhan dan jahe merah. Mereka menuangkannya dalam penelitian yang diberi judul “Potential of Suruhan Leaf Extract (Paperomia pellucida) and Red Ginger Rhizome (Zingiber officinale var. rubrum) in Jelly Candy Formulation as an Ethnomedicine for Gout.”
Dalam penelitian ini, Tim KIR mengembangkan jeli herbal berbahan ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida) dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) sebagai inovasi pangan fungsional untuk membantu menurunkan kadar asam urat. Daun suruhan diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi memberikan aktivitas antiinflamasi. Sedangkan jahe merah memiliki berbagai senyawa bioaktif sebagai bahan herbal.
Pengolahan ekstrak herbal menjadi bentuk jeli atau permen jelly diharapkan dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pengobatan berbasis tanaman atau etnomedis. Penelitian ini berfokus pada identifikasi senyawa kimia, penentuan formulasi terbaik, serta evaluasi potensi jeli herbal sebagai pangan fungsional yang praktis dan inovatif dalam membantu penanganan hiperurisemia.
Meski jangka waktu penelitiannya cukup singkat, yakni 31 hari, tetapi Tim KIR yang dibimbing oleh Bangun Nugroho, S.Pd. ini harus melalui 4 fase. Keempat fase itu adalah fase persiapan bahan baku dan ekstraksi (20-29 Juni), fase formulasi Jelly Candy dan Uji Organoleptik (30 Juni – 8 Juli), Fase Uji Aktivitas dan Karakterisasi Produk (9 – 17 Juli), dan fase Analisis Data, Penyusunan Laporan dan Persiapan Presentasi (18 – 20 Juli).
Semoga prestasi yang diraih Tim KIR ini melecut semangat anggota KIR yang masih duduk di kelas XI dan X untuk lebih berkiprah dan berinovasi dalam dunia penelitian ilmiah.



0 Komentar