Mengenal Rasul, Menumbuhkan Cinta Melalui Tradisi

SALATIGA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 3 Salatiga mengajak siswa tidak berhenti pada perayaan, tetapi mengenal perjalanan hidup Rasulullah sebagai dasar untuk memahami dan meneladani ajarannya.

Pesan itu disampaikan Muhlasin, S.Pd. dalam sambutannya di Aula SMA Negeri 3 Salatiga, Jumat (28/8/2026).

“Belum mencintai kalau tidak tahu sejarahnya,” pesan Muhlasin.

Pernyataan tersebut menempatkan pengetahuan tentang sejarah Rasul sebagai bagian penting dalam menumbuhkan kecintaan siswa kepada Nabi Muhammad SAW. Mengenal perjalanan hidup Rasul menjadi jalan untuk memahami bagaimana keteladanan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu kemudian diperdalam Habib Arifianto dalam mauidhah hasanah. Ia menjelaskan bahwa Maulid merupakan momentum untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Bersyukur atas kelahiran Nabi adalah bersyukur atas karunia yang sangat luar biasa,” ujar Habib Arifianto.

Dalam ceramahnya, Habib Arifianto juga menghubungkan keteladanan Rasul dengan budaya dan tradisi yang hidup di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema kegiatan, “Merajut Cinta Rasul dalam Harmoni Budaya dan Tradisi.”

Peringatan Maulid diikuti siswa dengan rangkaian pembacaan Asmaul Husna, Diba’, tilawah Al-Qur'an, sambutan, serta ceramah. Gamelan turut ditampilkan di sela kegiatan sebagai bagian dari pertemuan antara ekspresi budaya dan tradisi keagamaan.

Rangkaian acara berlangsung pukul 08.00 hingga 11.30. Sulthon dari kelas XI-12 bertugas sebagai pembawa acara, Fadhil dari XI-12 memimpin Asmaul Husna, sedangkan tilawah dibawakan Alwan dari kelas X-3.

Melalui peringatan tersebut, siswa diajak melihat Maulid bukan sekadar kegiatan tahunan. Pengetahuan tentang perjalanan Rasul, rasa syukur atas kelahirannya, serta pemahaman terhadap tradisi menjadi bagian dari proses mengenali nilai keteladanan sebelum membawanya ke kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar