SALATIGA — Tiga siswa SMA Negeri 3 Salatiga lolos sebagai 5 Besar Finalis PsychoMotion 2026 melalui karya Satu Sapa Diantara Sunyi. Karya tersebut mengangkat persoalan kesehatan mental remaja, tekanan akibat perbandingan sosial di media sosial, serta pentingnya membangun budaya peduli terhadap orang-orang di sekitar.
Tim SMA Negeri 3 Salatiga terdiri atas Abril Kesya A., Aurelia Jolie C.P., dan Restivian Shifra S. Mereka menjadi salah satu dari lima finalis yang akan mengikuti presentasi final PsychoMotion 2026 di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam videonya, tim membawa penonton memasuki pengalaman seorang remaja yang kembali terjebak membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain di media sosial. Unggahan yang terlihat sempurna perlahan membuat tokoh tersebut mempertanyakan pencapaian, tubuh, hingga cara dirinya menjalani hidup.
Karya itu kemudian menggeser perhatian dari layar menuju diri sendiri dan lingkungan sekitar. Media sosial digambarkan hanya memperlihatkan sebagian kehidupan seseorang sehingga menjadikannya tolok ukur kebahagiaan dapat menambah beban yang tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
“Mulai hari ini aku mau berhenti membandingkan lukisanku dengan kanvas milik orang lain,” demikian salah satu refleksi yang disampaikan dalam video.
Pesan tersebut berkembang menjadi ajakan untuk membangun kepedulian di dunia nyata. Tim menekankan bahwa perhatian terhadap orang lain tidak cukup berhenti pada interaksi di layar, tetapi memerlukan kesediaan untuk melihat kondisi orang di sekitar dan mendengarkan mereka.
“Budaya peduli tidak tumbuh dari tombol di layar kaca, namun tumbuh dari mata yang mau melihat dan hati yang mau mendengar,” demikian pesan penutup karya tersebut.
PsychoMotion 2026 menetapkan lima peserta atau kelompok sebagai finalis. Selain SMA Negeri 3 Salatiga, final diikuti peserta dari SMA Tarakanita Magelang, SMA Kristen Satya Wacana Salatiga, dan SMKN 2 Salatiga.
Penilaian tertulis oleh juri berlangsung pada 15–21 Agustus 2026. Para finalis selanjutnya mempresentasikan karya pada 28 Agustus. Rangkaian final juga mencakup sesi tanya jawab, diskusi juri, pengumuman hasil, dan penyerahan hadiah.
Bagi tim SMA Negeri 3 Salatiga, Satu Sapa Diantara Sunyi membawa isu yang dekat dengan kehidupan remaja ke ruang kompetisi: bagaimana teknologi yang menghubungkan banyak orang juga dapat memunculkan tekanan ketika kehidupan orang lain terus-menerus dijadikan ukuran bagi diri sendiri.

0 Komentar