Siswa Belajar Investasi Sejak Bangku Sekolah

SALATIGA — Siswa kelas XII SMA Negeri 3 Salatiga mendapat penguatan literasi keuangan melalui edukasi investasi dini, Selasa, 1 September 2026. Pembelajaran diarahkan agar siswa tidak hanya mengenal investasi, tetapi juga memahami risiko dan mempertimbangkan keputusan keuangan secara lebih rasional.

Kegiatan tersebut merupakan program pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Salatiga. Program dipimpin Rikawati, S.E., M.Ak., Ak., CAAT., CAP., CTT., WPPE.

Materi yang diberikan mencakup dasar literasi keuangan dan investasi, pengenalan risiko, cara memilih investasi yang aman, kebiasaan mengelola keuangan sejak dini, serta perencanaan masa depan melalui keputusan keuangan yang lebih terukur.

Ketua tim, Rikawati, mengatakan pemahaman investasi perlu dibangun bersama kemampuan mengenali risiko. Dengan demikian, siswa tidak memandang investasi hanya dari kemungkinan memperoleh keuntungan.

“Literasi keuangan bukan sekadar mengetahui cara berinvestasi. Siswa perlu memahami tujuan, risiko, dan konsekuensi dari setiap keputusan keuangan agar tidak mudah mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren atau tawaran yang terlihat menguntungkan,” kata Rikawati.

Menurutnya, pengenalan investasi sejak usia sekolah juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan mengelola uang secara bertanggung jawab.

Bagi siswa kelas XII yang segera memasuki perguruan tinggi maupun dunia kerja, kemampuan tersebut menjadi relevan karena mereka akan menghadapi semakin banyak keputusan keuangan secara mandiri.

Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa sekolah perlu memberi ruang bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan praktis yang berkaitan dengan kehidupan setelah mereka menyelesaikan pendidikan menengah.

“Siswa perlu dibekali kemampuan untuk menilai informasi sebelum mengambil keputusan, termasuk dalam persoalan keuangan. Edukasi seperti ini penting agar mereka tidak hanya mengenal istilah investasi, tetapi memahami tanggung jawab dan risiko yang menyertainya,” ujar Saptono.

Kerja sama pelaksanaan program telah dinyatakan melalui surat kesediaan SMA Negeri 3 Salatiga sebagai mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat Polines.

Di tengah semakin mudahnya informasi dan penawaran produk keuangan menjangkau generasi muda, kemampuan memahami risiko menjadi sama pentingnya dengan pengetahuan mengenai peluang keuntungan. Bagi siswa, bekal itu dapat dimulai dari hal mendasar: mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, memeriksa informasi, serta tidak terburu-buru menempatkan dana pada instrumen yang belum dipahami.

Dengan pendekatan tersebut, investasi dikenalkan bukan sebagai jalan memperoleh keuntungan secara cepat, melainkan sebagai bagian dari kecakapan mengelola keuangan dan merencanakan masa depan.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar