Siswa Olah Pangan Lokal Minim Sampah

Selasa, 11 Agustus 2026 — Singkong dan ketela menjadi bahan belajar bagi siswa untuk memahami bahwa pengolahan pangan lokal dapat berjalan bersama dengan upaya mengurangi sampah. Pada hari kedua proyek kemerdekaan pangan, siswa SMA Negeri 3 Salatiga mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian sekaligus menerapkan kebersihan, pemilahan sampah, dan penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesiapan alat, bahan, kebersihan meja kerja, penutup rambut, masker, dan ketersediaan sabun cuci tangan. Langkah tersebut menempatkan sanitasi sebagai bagian dari proses produksi, bukan sekadar kelengkapan kegiatan memasak.

Melalui sesi live cooking, siswa mempelajari transformasi kuliner lokal Salatiga menjadi sajian yang lebih dekat dengan selera generasi muda. Singkong dan ketela yang selama ini dikenal sebagai bahan pangan tradisional dipelajari kemungkinan pengolahannya menjadi menu dengan tampilan dan penyajian berbeda.

Pengetahuan itu kemudian diterapkan dalam sesi produksi. Siswa mengolah menu berbahan singkong dan ketela dengan memperhatikan rasa, kebersihan, higienitas, serta penyajian. Pada saat yang sama, sampah dapur harus langsung dipisahkan ke dalam kategori organik dan anorganik.

“Pangan lokal akan semakin bermakna ketika siswa tidak hanya mengenal dan mengolahnya, tetapi juga memahami kebersihan, dampak sampah, serta nilai yang dapat dikembangkan dari bahan yang tersedia di sekitar mereka,” kata Dr Saptono Nugrohadi MPd MSi.

Pengelolaan sisa produksi juga menjadi bagian pembelajaran. Minyak goreng bekas tidak dibuang ke selokan, melainkan dikumpulkan dalam jeriken khusus. Peralatan memasak dibersihkan menggunakan sabun ramah lingkungan.

Pada sesi berikutnya, siswa merancang identitas dan kemasan produk. Mereka menyusun narasi mengenai filosofi dan sejarah menu, membuat logo serta materi promosi, dan mengeksplorasi penggunaan kemasan nonplastik. Informasi produk dapat disampaikan melalui kertas daur ulang maupun kode QR.

📸 Memories & Random Moment Siswa

Kumpulan momen, cerita, dan kenangan siswa selama mengikuti kegiatan.

📂 Lihat Semua Memories di Google Drive ↗

Rangkaian hari kedua menunjukkan bahwa pengembangan pangan lokal tidak berhenti pada kemampuan memasak. Siswa juga berhadapan dengan persoalan yang mengikuti sebuah produk sejak bahan diolah hingga selesai dikonsumsi: sanitasi, kemasan, pemasaran, sampah makanan, dan minyak jelantah.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar