Senin, 10 Agustus 2026 — Pembelajaran tentang kemerdekaan tidak hanya dapat dibicarakan melalui sejarah perjuangan. Melalui projek bertema kemerdekaan pangan, siswa SMA Negeri 3 Salatiga diajak melihat hubungan antara pangan lokal, kemandirian, kesehatan, lingkungan, dan kemampuan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan hari pertama dimulai dengan pembahasan perjalanan pangan dari masa perjuangan hingga kehidupan sekarang. Siswa kelas X mempelajari sejarah pangan lokal pada masa perjuangan sekaligus manfaat ekologis konsumsi umbi lokal. Pembelajaran ini menghubungkan sejarah dengan pilihan pangan yang dekat dengan kehidupan siswa.
Sementara itu, siswa kelas XI dan XII mendalami tema kedaulatan pangan di sekolah. Materi diarahkan pada upaya mengurangi ketergantungan terhadap pangan impor serta mengenali potensi pangan lokal. Pembahasan juga mencakup pengembangan bisnis kuliner, penggunaan kemasan berkelanjutan seperti daun dan besek, serta standar higiene dan sanitasi pangan sehat.
Pola Konsumsi Pangan B2SA Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman
Pembelajaran kemudian bergerak dari pemahaman menuju praktik. Dalam kelompok, siswa melakukan riset jajanan, menyusun resep fusion berbahan dasar pangan lokal, menentukan sasaran pasar, merancang formula kuliner yang lebih sehat, menghitung kebutuhan bahan organik, serta menyusun sistem zero-waste cooking.
Pendekatan tersebut membuat persoalan pangan dibaca dari berbagai bidang sekaligus. Sejarah membantu siswa memahami akar persoalan, sementara kewirausahaan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan memberi ruang untuk mengubah pengetahuan menjadi rancangan nyata.
“Melalui proyek ini, siswa tidak hanya mengenal pangan lokal sebagai materi pembelajaran. Mereka belajar melihat bahwa pilihan pangan berkaitan dengan kemandirian, kesehatan, lingkungan, dan kemampuan menciptakan solusi,” kata Dr Saptono Nugrohadi MPd MSi.
Hari pertama proyek ditutup dengan proses brainstorming kelompok. Dari sana, siswa mulai menerjemahkan pembicaraan tentang kedaulatan pangan menjadi pilihan bahan, produk, kemasan, dan cara pengolahan yang lebih bertanggung jawab.

0 Komentar