Athaya Wakili Jateng di Parlemen Remaja

SALATIGA – www.sman3sltg.sch.id -  Siapa sangka, satu kali gulir media sosial bisa mengubah segalanya. Inilah yang dialami Athaya Khansa, siswi SMA Negeri 3 Salatiga.

Berkat informasi yang dia temukan di media sosial, Athaya yang saat ini tercatat duduk di bangku kelas X-6, kini bersiap mengibarkan nama Salatiga dan Jawa Tengah di kancah nasional. Gadis asal Gondangan Kulon, Girirejo, Ngablak, Kabupaten Magelang ini terpilih menjadi salah satu dari 27 wakil Jawa Tengah dalam kegiatan Parlemen Remaja Tahun 2026 yang akan digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 28 September - 3 Oktober mendatang.

Kepastian itu tertuang dalam Surat Pengumuman Sekretariat Jenderal DPR RI Nomor: B/11509/HM.03.03/9/2026 tertanggal 1 September 2026. Athaya akan bergabung bersama 200 peserta terpilih dari seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Membanggakan lagi, dua peserta dari Jateng yang dipanggil ke Senayan berasal dari Kota Salatiga. Selain Athaya, wakil lainnya datang dari SMA Kristen Satya Wacana, Alexandra Michelle Feodora.

Perjuangan putri bungsu pasangan Muhammad Faizun dan Sri Rukmi ini tidak instan. Sejak 14 Juli hingga 18 Agustus lalu, Athaya harus menaklukkan 4 tahap seleksi yang ketat.

Pada tahap pertama, dia dituntut mengumpulkan 20 sertifikat: 5 akademik, 5 non-akademik, 5 organisasi, dan 5 seminar atau webinar. Memasuki tahap kedua, Athaya harus membuat video dan esai bertema “Generasi Cerdas, Aksi Remaja Stop Perundungan, Ciptakan Sekolah Ramah dan Bermartabat.” 

Tantangan berlanjut di tahap ketiga dengan tes psikologi dan Tes IQ. Puncaknya, dia harus melewati sesi wawancara di tahap keempat. Seluruh proses tahap 3 dan 4 dilakukan secara daring.

“Jujur, saya dapat infonya dari sosial media. Saya langsung tertarik karena ingin menambah wawasan tentang parlemen dan demokrasi. Sekaligus melatih kemampuan berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan memahami sudut pandang orang lain,” ujar Athaya.

Lebih dari sekadar ajang, Athaya melihat Parlemen Remaja sebagai batu loncatan. 

“Saya juga ingin dapat pengalaman baru yang bisa bikin saya jadi remaja yang lebih kritis dan peduli sama lingkungan sekitar,” tambahnya.

Ketika disinggung soal ketertarikan di dunia politik, siswi yang gemar public speaking dan seni sastra ini menjawab diplomatis. 

“Iya, saya cukup tertarik untuk terjun ke dunia politik nantinya. Tapi saya ingin mengenal dan memahami dunia politik lebih dalam dulu. Salah satunya lewat pengalaman di Parlemen Remaja ini,” pungkasnya.

Kisah Athaya menjadi bukti bahwa prestasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari layar ponsel. Dan kini, giliran Athaya yang akan bersuara di Senayan, membawa harapan generasi muda Jawa Tengah.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar