Kemah Bakti Latih Kemandirian dan Kepedulian

MAGELANG — Sebanyak 432 anggota Bantara kelas X SMA Negeri 3 Salatiga mengikuti Kemah Bakti di Pagergunung Rockland, Ngablak, Magelang, 11–13 September 2026. Selama tiga hari di alam terbuka, para siswa berlatih mengelola diri sekaligus membangun kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan Ambalan Kamajaya-Kamaratih Pangkalan Gudep 01.015–01.016 tersebut didampingi 49 Dewan Ambalan dan delapan pembina. Kemandirian dan kedisiplinan menjadi bagian penting dari latihan, mulai dari mengatur waktu hingga menjalankan tanggung jawab selama berada di perkemahan.

R. Andi Nurcahyo, S.Pd. saat membuka kegiatan menekankan peran Pramuka sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda.

Pengalaman peserta tidak hanya berlangsung di area perkemahan. Mereka mengikuti penjelajahan, outbound, pentas seni, pelantikan, api unggun, serta wawancara dengan warga setempat.

Interaksi dengan masyarakat kemudian dilanjutkan melalui bakti sosial. Siswa menyalurkan paket sembako kepada warga Desa Pagergunung yang membutuhkan. Bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan teh tersebut telah dihimpun sebelumnya di sekolah.

Menurut salah satu pembina, Siti Mardiyah, warga memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut.

“Masyarakat menerima kegiatan bakti sosial dengan sangat baik dan menyambut kedatangan kami dengan ramah,” ujarnya.

Bakti sosial memberi ruang bagi siswa untuk mempraktikkan kepedulian secara langsung. Kemandirian yang dilatih selama berkemah dengan demikian tidak berhenti pada kemampuan mengurus diri, tetapi juga bertemu dengan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial.

Pelaksanaan kegiatan di lereng Gunung Telomoyo itu masih menghadapi kendala teknis. Sejumlah agenda mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah disusun. Meski demikian, rangkaian kegiatan tetap dapat dilaksanakan hingga selesai.

Kemah Bakti menjadi pengalaman bagi para Bantara untuk belajar bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung melalui materi di kelas. Mengatur diri di alam terbuka dan berinteraksi dengan masyarakat memberi mereka kesempatan menghadapi tanggung jawab dalam situasi nyata.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar