SALATIGA — Achmad Naryana Asadel, siswa kelas XII-4 SMA Negeri 3 Salatiga, meraih juara 1 Lomba Kuliner Jajanan Khas Daerah dalam rangkaian Seleksi Jambore Pemuda Kota Salatiga 2026, Selasa (8/9/2026). Kemenangan itu mengantarkannya mewakili Kota Salatiga ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dalam perlombaan yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga di Aula Ki Hadjar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Salatiga tersebut, Asadel mengolah gelek, jajanan tradisional yang kini semakin jarang ditemui.
Siswa yang akrab disapa Asadel itu tidak sekadar mempertahankan resep lama. Ia menggunakan ubi ungu dan labu kuning sebagai bahan utama untuk menghadirkan olahan pangan lokal dengan tampilan dan cita rasa yang lebih sesuai dengan selera masa kini.
“Saya memilih ubi ungu dan labu kuning karena warna khas dari kedua bahan itu dan nilai gizinya,” kata Asadel.
Keputusan mengikuti lomba berangkat dari keinginannya menambah pengalaman di bidang kuliner. Ketertarikan tersebut juga tumbuh dekat dengan kehidupan keluarganya. Ibunya, Atik Nailil Izza, menjalankan usaha kuliner Molen Ambyar di Klaseman, Salatiga.
Tiga Hari Menguji Resep
Sebelum turun dalam perlombaan, Asadel menghabiskan waktu tiga hari untuk mencoba dan memperbaiki resep dengan bimbingan ibunya. Proses itu dilakukan untuk mendapatkan olahan gelek yang tetap membawa identitas jajanan daerah, tetapi memiliki rasa dan penyajian yang lebih kekinian.
Saat perlombaan, hasil olahan peserta dinilai juri dari unsur dosen tata boga dan ahli gizi. Asadel akhirnya menempati peringkat pertama setelah bersaing dengan peserta yang didominasi pelajar SMA sederajat se-Kota Salatiga.
Prestasi tersebut menjadi menarik karena tidak serta-merta membuat Asadel ingin menjadikan profesi chef sebagai tujuan masa depannya.
“Tidak. Saya tidak tertarik menjadi chef. Saya lebih berminat menjadi seorang baker,” ujarnya.
Minat itu sejalan dengan kegemarannya pada bakery dan memasak. Di luar kegiatan kuliner, Asadel aktif mengikuti Paskibra Pratita Wijaya, SKI, dan Pramuka di SMA Negeri 3 Salatiga. Ia juga tengah mempersiapkan diri mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kemenangan Asadel menunjukkan bahwa jajanan daerah dapat menjadi ruang kreativitas generasi muda. Ubi ungu, labu kuning, dan resep tradisional yang semakin jarang ditemui tidak berhenti sebagai bahan lama, tetapi dapat diolah kembali menjadi karya yang membawanya melangkah ke kompetisi tingkat provinsi.




0 Komentar