SALATIGA. — Para peneliti muda SMA Negeri 3 Salatiga kembali menunjukkan taji dan kualitasnya di tingkat nasional. Dari tiga tim yang berhasil melaju ke babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI-N) SMA Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (FPP Undip), dua di antaranya sukses keluar sebagai Juara 1 pada kategori Karya Tulis Ilmiah dan kategori Poster. Rangkaian babak final ini berlangsung secara offline di Semarang pada 16–18 Oktober 2026.

Pengawet Daging Sapi

Pada kategori Karya Tulis Ilmiah, tim yang beranggotakan Febryan Octa Cahaya Putra (XII.1), Nizar Pradipa Kurniawan (XII.1), dan Najma Zulaif Falha (XII.3) tampil memukau di hadapan dewan juri. Mereka membawakan penelitian berjudul “Bionic-Tag: Smart Label Biofilm Pati Singkong dan Bunga Telang dengan Minyak Sereh sebagai Indikator Kesegaran dan Pengawetan Daging Sapi”. Karya inovatif ini sukses menyisihkan 9 finalis lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Riau, hingga Sulawesi Utara.

Inovasi Bionic-Tag merupakan label cerdas ramah lingkungan berbentuk stiker biofilm berbahan dasar pati singkong dan ekstrak bunga telang yang diperkaya minyak sereh. Stiker ini mampu mendeteksi tingkat kesegaran daging sapi melalui perubahan warna akibat senyawa pembusukan. Selain itu, kandungan minyak sereh berfungsi sebagai antimikroba alami yang memperpanjang masa simpan daging.

"Kami mempersiapkan diri untuk lomba ini sejak Juli lalu, namun proses penelitiannya baru kami mulai aktif pada bulan Agustus," ujar Febryan didampingi Nizar dan Najma saat menceritakan perjalanan riset mereka yang memicu pengujian perubahan warna stiker hingga uji statistik One-Way Anova. Melalui riset ini, mereka berharap Bionic-Tag dapat menjadi alternatif kemasan alami yang praktis dan ramah lingkungan.

Poster Pangan Lokal

Prestasi membanggakan juga diukir oleh Tim Poster KIR SMA Negeri 3 Salatiga. Mengangkat materi berbasis potensi olahan tradisional gemblong cotot, tim yang seluruh anggotanya merupakan siswa kelas X, yaitu Jessica Ananda Michelle (X.6), Hafidza Qurrota Aini (X.4), dan Yuana Dwi Putri Kasih (X.4), berhasil menyabet predikat Best Poster.

Melalui karya bertajuk “Singkong Muda: Inovasi Kreatif Pemuda Membangun Swasembada Pangan Lokal dan Ramah Lingkungan”, Jessica dan kawan-kawannya membuktikan bahwa kelimpahan singkong muda di masyarakat dapat diolah menjadi peluang swasembada pangan berbasis kearifan lokal.

Meskipun baru duduk di kelas X, mereka mampu menyusun poster digital ilmiah tersebut hanya dalam waktu dua hari. Poster yang dirancang tak hanya menarik secara visual, tetapi juga memuat struktur ilmiah yang komprehensif, mulai dari hipotesis, abstrak, metodologi, grafik, solusi, hingga QR Code yang terhubung langsung ke dokumentasi penelitian dan referensi.

Atas capaian gemilang ini, kedua tim KIR yang dibimbing oleh Agus Nugroho, M.Pd. dan Bangun Nugroho, S.Pd., berhak membawa pulang piala kejuaraan, sertifikat, suvenir, serta uang pembinaan.

Lebih dari sekadar piala dan penghargaan, melalui proses presentasi 10 menit, tanya jawab 15 menit dengan dewan juri, serta seluruh alur kompetisi, para siswa mendapatkan pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan inovatif, dan bertukar wawasan di bidang pertanian serta peternakan yang berkelanjutan.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar