PengKin RGTK 2026: Fokus Pembelajaran, Perluasan Sasaran, dan Integrasi Data

Pengelolaan Kinerja Ruang GTK 2026: Sosialisasi GPK & ASN Guru di Sekolah Swasta
Sosialisasi • Senin, 29 Desember 2025

Dalam sosialisasi terbaru, pengelolaan kinerja di Ruang GTK ditegaskan sebagai instrumen yang makin relevan, makin mudah, dan makin “anti ribet” untuk mendukung pembelajaran. Mulai 2026, cakupannya diperluas—termasuk untuk Guru Pendidikan Khusus (GPK) serta ASN guru yang ditugaskan di sekolah swasta—dengan dorongan integrasi sistem ke e-Kinerja BKN.

Garis besarnya:
Fokusnya bukan nambah berkas. Fokusnya nguatkan praktik mengajar sambil ngurangin beban administrasi.
Ilustrasi sosialisasi pengelolaan kinerja Ruang GTK 2026
Ilustrasi: Penguatan pengelolaan kinerja terintegrasi untuk mendukung pembelajaran dan pemutakhiran data.

Ringkasan 60 Detik

Inti kebijakan yang disampaikan: pengelolaan kinerja di Ruang GTK terus disederhanakan (periode tahunan, minim unggah berkas, pengembangan kompetensi tidak berbasis poin), sekaligus diperluas untuk mengakomodasi GPK dan ASN guru di sekolah swasta. Tujuannya jelas: kualitas pembelajaran naik, beban administrasi turun, dan data makin siap untuk integrasi lintas platform.

Apa yang Berubah dan Mengapa Ini Penting?

1) Perluasan sasaran (2026)
Mencakup GPK dan ASN guru yang ditugaskan di sekolah swasta. Artinya, skema dan alur pengelolaan kinerja perlu makin inklusif dan nyambung ke kebutuhan nyata di sekolah.
2) Arah integrasi data ke e-Kinerja BKN
Dorongan integrasi ini biasanya tujuannya satu: data tidak dobel, alur penilaian lebih rapi, dan pelaporan lebih konsisten. (Karena jujur aja, input dua kali itu olahraga paling melelahkan setelah lari 12 menit.)
3) Simplifikasi: fokus ke pembelajaran
Penekanan utamanya adalah penguatan praktik mengajar dan pengembangan kompetensi yang masuk akal, bukan “pamer dokumen”. Prinsipnya: yang dinilai itu dampak, bukan tumpukan PDF.

Catatan Materi (Versi Accordion)

Poin inti sosialisasi (klik untuk buka)

Pengelolaan Kinerja Ruang GTK diarahkan menjadi proses yang lebih sederhana, lebih terintegrasi, dan lebih relevan untuk kebutuhan guru. Penekanan besarnya: beban administrasi turun, kualitas pembelajaran naik.

Tautan referensi accordion: https://s.id/sosialisasi_pengkin_RGTK

Apa yang perlu disiapkan sekolah (ringkas & praktis)

Checklist ringan:

• Pastikan data penugasan & status guru rapi (biar integrasi nggak “ngambek”).
• Sinkronkan pemahaman alur kinerja: kepala sekolah, wakakur, operator, dan guru.
• Fokuskan pendampingan pada praktik pembelajaran + refleksi, bukan sekadar unggah berkas.
• Siapkan sesi tanya jawab internal untuk mengurangi miskomunikasi.
Link materi & sesi tanya (biar nggak nyasar)

Materi presentasi: Google Slides (klik)

Form “Tanya Pengkin”: Google Form (klik)

Kesimpulan Singkat

Arah kebijakan 2026 ini intinya: memperluas cakupan, merapikan integrasi data, dan menggeser pusat gravitasi ke pembelajaran. Yang perlu dijaga: jangan sampai “sederhana” berubah jadi “asal”, tapi tetap rapi, manusiawi, dan bisa dijalankan di sekolah.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar