SALATIGA — Gagasan memanfaatkan teknologi digital untuk mengenalkan potensi wisata sekaligus mengedukasi masyarakat tentang ekosistem pesisir membawa tim Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 3 Salatiga meraih medali perak dalam Thailand International Science, Invention and Innovation Fair (TISIIF) 2026, 20 Juli 2026.
Dalam kompetisi penelitian dan inovasi yang diikuti peserta dari delapan negara tersebut, tim SMA Negeri 3 Salatiga mengikuti bidang Education and Social Sciences. Mereka membawa penelitian tentang pengembangan website wisata bahari Pantai Nglambor, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian berjudul “Development of an Infographic-Integrated Marine Tourism Website as a Digital Promotion Strategy to Improve the Welfare of Coastal Communities in Nglambor Beach, Gunungkidul, Yogyakarta” itu menggabungkan promosi wisata dengan edukasi mengenai lingkungan pesisir.
Website yang dikembangkan memuat profil Pantai Nglambor, daya tarik wisata bahari, aktivitas snorkeling, keanekaragaman hayati laut, fasilitas pendukung, dokumentasi, dan peta lokasi. Informasi tersebut dilengkapi infografis agar materi mengenai wisata dan lingkungan lebih mudah dipahami pengunjung.
Bagi tim KIR, proses menuju kompetisi tidak berhenti pada pembuatan website. Penelitian berlangsung dalam dua tahap dengan total waktu sekitar enam bulan.
Pembimbing KIR SMA Negeri 3 Salatiga, Agus Nugroho, M.Pd., menjelaskan tahap pertama berlangsung pada Oktober–Desember 2025. Siswa melakukan studi literatur, observasi lapangan, serta mengumpulkan data mengenai potensi wisata dan keanekaragaman hayati Pantai Nglambor.
Data tersebut kemudian diolah menjadi infografis sebagai materi edukasi dan promosi digital.
Tahap berikutnya berlangsung pada April–Juni 2026. Tim mengintegrasikan infografis ke dalam website sekaligus menyempurnakan tampilan dan isinya. Mereka juga menyiapkan proposal penelitian serta materi presentasi untuk kompetisi.
“Kami butuh waktu selama dua tahap. Tahap pertama selama tiga bulan dan tahap kedua juga selama tiga bulan,” kata Agus, yang mendampingi tim bersama Bangun Nugroho, S.Pd.
Menurut Agus, penyusunan proposal dan materi presentasi saja membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Medali perak TISIIF 2026 menjadi hasil dari proses tersebut. Lebih dari capaian kompetisi, penelitian ini memperlihatkan bagaimana siswa dapat menggunakan teknologi digital untuk membaca persoalan di luar lingkungan sekolah: bagaimana informasi wisata disampaikan, bagaimana pengetahuan tentang ekosistem pesisir diperluas, dan bagaimana promosi digital dapat dikaitkan dengan kehidupan masyarakat setempat.




0 Komentar