Analisis Gerakan Literasi di SMA Negeri 3 Salatiga pada 5 Maret 2024


Abstrak
Gerakan literasi wajib 15 menit sebelum pembelajaran di SMA Negeri 3 Salatiga pada 5 Maret 2024 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Iklim Keamanan Satuan Pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis partisipasi siswa dan skor literasi mereka. Data dikumpulkan dari 1241 siswa dari berbagai kelas dan fase.
Kata Kunci: Gerakan literasi, Iklim Keamanan Satuan Pendidikan, partisipasi siswa, skor literasi

Pendahuluan
Iklim keamanan di sekolah memiliki dampak yang signifikan terhadap pembelajaran dan perkembangan siswa. Berdasarkan teori dari jurnal-jurnal pendidikan, iklim keamanan mencakup aspek fisik, emosional, dan sosial yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa. Dalam konteks literasi, pembelajaran tentang iklim keamanan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya lingkungan belajar yang kondusif.

Ringkasan Data
Dari total 1241 siswa, hanya 426 siswa (34%) yang aktif berpartisipasi dalam gerakan literasi pada 5 Maret 2024. Skor literasi siswa bervariasi, dengan 66% siswa mencapai skor 4 atau 5 dari total 5.

Pembahasan Data
Partisipasi siswa yang relatif rendah menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan siswa. Faktor-faktor seperti kurangnya minat atau pemahaman yang belum memadai tentang pentingnya iklim keamanan di sekolah dapat menjadi penyebab rendahnya partisipasi ini. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran siswa melalui program literasi yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan mereka.

Rekomendasi
Mengembangkan program literasi yang lebih interaktif dan menarik, yang mencakup topik-topik yang relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari.
Melibatkan siswa secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program literasi untuk meningkatkan rasa memiliki dan keberlanjutan program.
Melibatkan orang tua dan komunitas dalam mendukung program literasi di sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Penutup

Gerakan literasi di SMA Negeri 3 Salatiga pada 5 Maret 2024 menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan partisipasi siswa. Dengan meningkatkan kesadaran dan relevansi program literasi, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.

Pustaka
S Nugrohadi (2016). Rekonstruksi Tata Kelola Sekolah Sebagai Upaya Pengembangan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Disertasi Program Doktoral Pascasarjana 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar