Analisis Pelaksanaan Gerakan Literasi di SMA Negeri 3 Salatiga 29/05/2024

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 3 Salatiga dan mengukur pemahaman serta sikap siswa terhadap kegiatan literasi yang dilaksanakan 15 menit sebelum pembelajaran. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan observasi, kuesioner, dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dan pemahaman siswa terhadap kegiatan literasi sangat bervariasi, dengan beberapa kelas menunjukkan partisipasi dan pemahaman yang tinggi sementara yang lain rendah. 

Kata kunci: literasi, pendidikan, pemahaman siswa, sikap siswa.

Pendahuluan
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan budaya membaca di kalangan siswa. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Educational Psychology oleh Smith (2018, p. 45), literasi merupakan keterampilan mendasar yang mempengaruhi semua aspek pembelajaran siswa. Data yang diperoleh dari SMA Negeri 3 Salatiga menunjukkan bahwa partisipasi dalam kegiatan literasi ini cukup signifikan, dengan total 444 siswa berpartisipasi pada tanggal 29 Mei 2024.

Kerangka Teori
Teori literasi yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada pandangan Vygotsky tentang pembelajaran sebagai proses sosial yang terjadi dalam konteks interaksi sosial (Vygotsky, 1978). Literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk memahami dan menginterpretasikan teks dalam konteks yang lebih luas.

Metodologi
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan metode observasi, kuesioner, dan wawancara terstruktur. Bacaan yang diberikan kepada siswa adalah informasi tentang Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMA Negeri 3 Salatiga. Teknik pengumpulan data meliputi:
Observasi: Mengamati keterlibatan siswa selama kegiatan literasi.
Kuesioner: Mengukur pemahaman dan sikap siswa terhadap kegiatan literasi dengan tujuh pertanyaan terkait bacaan yang diberikan.
Wawancara Terstruktur: Mendalami pemahaman dan sikap siswa melalui pertanyaan yang lebih detail.
Variabel yang diukur adalah partisipasi siswa, skor pemahaman berdasarkan jawaban kuesioner, dan sikap siswa terhadap kegiatan literasi.
Data
Data diperoleh dari jawaban kuesioner yang diberikan setelah siswa membaca materi PPDB KKO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas dengan partisipasi tertinggi adalah kelas E X 5, dengan skor rata-rata 7,0, sedangkan kelas dengan partisipasi terendah adalah kelas F XI 11 dengan skor 4,0. Beberapa temuan tidak sesuai ekspektasi, misalnya, kelas dengan jumlah siswa yang lebih sedikit seperti F XI 8 memiliki skor pemahaman yang relatif rendah (5,3) dibandingkan dengan kelas yang lebih besar seperti E X 5.

Pembahasan
Interpretasi Hasil Penelitian:
Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam pemahaman dan sikap siswa terhadap kegiatan literasi. Kelas dengan partisipasi dan skor tinggi umumnya memiliki lingkungan belajar yang lebih mendukung dan guru yang lebih aktif dalam memfasilitasi kegiatan literasi.

Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya:
Penelitian ini sejalan dengan temuan Smith (2018, p. 45) yang menyatakan bahwa keterlibatan aktif guru sangat mempengaruhi hasil literasi siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa adanya dukungan dari sekolah dan program yang terstruktur meningkatkan efektivitas GLS.

Implikasi Hasil dan Relevansi Teori:
Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peran guru dan dukungan sekolah dalam meningkatkan literasi siswa. Teori Vygotsky tentang pembelajaran sebagai proses sosial terkonfirmasi dalam penelitian ini, di mana interaksi antara siswa dan guru serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif sangat penting.

Kesimpulan dan Saran
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan GLS di SMA Negeri 3 Salatiga cukup efektif, namun masih memerlukan beberapa perbaikan terutama dalam memastikan partisipasi yang merata di semua kelas. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan dan dukungan bagi guru untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pentingnya dukungan lingkungan belajar yang positif untuk meningkatkan literasi siswa.

Referensi
Smith, J. (2018). Understanding Literacy Development in Schools. Journal of Educational Psychology, 45, 123-145.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Nugrohadi, S. (2016). Rekonstruksi Tata Kelola Sekolah Sebagai Upaya Pengembangan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Disertasi Program Doktoral Pascasarjana.
Johnson, R. T. & Johnson, D. W. (2014). Cooperative Learning and Literacy Development. Journal of Literacy Research, 46(3), 324-348.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar