Mahasiswa UKSW Selesaikan Praktik Mengajar di SMA 3 Salatiga

SALATIGA — Tiga mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang menjalani Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 3 Salatiga resmi ditarik kembali ke kampus, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan penarikan dipandu oleh Muhlasin, S.Pd., dan dihadiri pimpinan sekolah, guru pamong, serta perwakilan kampus.

Mahasiswa yang mengikuti program tersebut terdiri dari dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah.

Sekolah Sebagai Ruang Belajar Nyata

Kepala SMA Negeri 3 Salatiga, Drs. Supriyanto, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan UKSW yang kembali menjadikan sekolahnya sebagai mitra praktik lapangan.

Menurutnya, setiap mahasiswa yang datang membawa karakter belajar yang berbeda.

“Mohon maaf jika selama praktik masih ada keterbatasan. Waktu mereka memang belum lama, sehingga mungkin belum semua pengalaman bisa didapatkan,” ujarnya.

Teori dan Praktik Bertemu di Sekolah

Perwakilan UKSW, Listyanto Aji Nugroho, M.Pd., didampingi Dra. Nani Mediatati, M.Pd., menjelaskan bahwa pengalaman di sekolah menjadi bagian penting dalam pendidikan calon guru.

Ia menggambarkan perubahan yang dialami mahasiswa selama menjalani praktik.

“Ketika pertama datang, sebagian mahasiswa masih kurang percaya diri. Setelah berhadapan langsung dengan siswa di kelas, kepercayaan diri mereka mulai tumbuh,” ujarnya.

Menurutnya, teori yang diperoleh di kampus hanya sebagian kecil dari proses belajar menjadi guru.

“Sebagian besar pembelajaran justru didapatkan melalui pengalaman langsung di sekolah,” tambahnya.

Belajar Menghadapi Dinamika Kelas

Ruben Erlangga Yos Prakosa, mahasiswa PPKn, mengaku memperoleh banyak pelajaran yang tidak ditemukan di ruang kuliah.

Ia menyebut salah satu pengalaman yang paling menantang adalah menghadapi dinamika hubungan antar siswa di kelas.

“Kadang ada siswa yang tidak akur dengan temannya, sehingga kami harus membantu mencari cara agar situasinya bisa diselesaikan,” katanya.

Pengalaman tersebut menurutnya melatih kesabaran sekaligus kemampuan memecahkan masalah.

Momen Pertama Dipanggil “Pak” dan “Ibu”

Bagi Marco, mahasiswa dari Program Studi Sejarah, pengalaman pertama dipanggil “Pak” oleh siswa menjadi kenangan tersendiri.

“Rasanya sangat senang ketika pertama kali dipanggil ‘Pak’ oleh murid-murid,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Rebecca, mahasiswa PPKn, yang mengaku bahagia saat dipanggil “Ibu” oleh siswa di kelas.

Dalam beberapa pertemuan, ia bahkan menutup pembelajaran dengan menonton film bersama sebagai bagian dari diskusi materi.

Pengalaman yang Membentuk Calon Guru

Selama praktik, para mahasiswa didampingi guru pamong Anik Idhayati, S.Pd. (PPKn) dan Ari Wibowo, S.Pd. (Sejarah).

Bagi mahasiswa, pengalaman dua bulan di sekolah tidak hanya tentang mengajar, tetapi juga memahami hubungan dengan siswa dan lingkungan sekolah.

Penarikan Mahasiswa Praktik Lainnya

Sehari setelah kegiatan tersebut, Kamis (12/3/2026), Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UKSW, Priska Lydia S. Pulungan, S.Pd., M.M., Ph.D., juga menarik mahasiswa program MK Field Practice 1.

Mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Meva Febriana, Titus Tegar Raynaldi, dan Teghar Ar Rasyidho dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).

Mahasiswa tersebut didampingi guru pamong Arief Prihastono, S.Pd., Eka Kartika Paksi, S.Pd., Deny Firianto Utomo, S.Pd., M.Or., dan Supriyatin Widodo, S.Pd., M.Pd.

Secara keseluruhan, terdapat enam mahasiswa UKSW yang menjalani praktik di SMA Negeri 3 Salatiga tahun ini, terdiri dari dua mahasiswa PPKn, satu mahasiswa Sejarah, dan tiga mahasiswa PJKR.

Bagi banyak mahasiswa, pengalaman berdiri di depan kelas untuk pertama kalinya sering menjadi awal memahami bahwa menjadi guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga belajar memahami manusia yang mereka ajar.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar