Mahasiswa PKL UIN Salatiga Akhiri Penugasan

SALATIGA — SMA Negeri 3 Salatiga secara resmi melepas empat mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Program Studi Teknologi Informasi UIN Salatiga dalam kegiatan penarikan yang berlangsung di Ruang Edutainment, Kamis (29/5/2029).

Kegiatan dipandu oleh Yunita Paulina Pita, S.Pd. dan dihadiri jajaran pimpinan sekolah, guru pamong, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta PKL yang telah menjalankan penugasan selama kurang lebih empat bulan.

Mewakili Kepala SMA Negeri 3 Salatiga, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama berada di lingkungan sekolah.

"Selama menjalani PKL, para mahasiswa tidak hanya belajar memahami dunia kerja dan pendidikan secara langsung, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata melalui berbagai pendampingan dan pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi sekolah," ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan UIN Salatiga, Avin Wimar Budyastomo, menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar SMA Negeri 3 Salatiga yang telah menerima dan membimbing mahasiswa selama pelaksanaan PKL.

Ia menjelaskan bahwa keberangkatan mahasiswa dilakukan saat Program Studi Teknologi Informasi masih berada di bawah Fakultas Dakwah. Namun selama masa PKL berlangsung, terjadi perubahan kelembagaan sehingga program studi tersebut kini berada dalam naungan Fakultas Sains dan Teknologi.

"Mahasiswa ini berangkat dari satu fakultas dan kembali dalam naungan fakultas yang berbeda. Perubahan ini menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan institusi yang terus bergerak maju," katanya.

Menurut Avin, proses pendampingan selama PKL memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mandiri, sementara dosen tetap melakukan pemantauan melalui komunikasi dan diskusi secara berkala. Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai proyek teknologi yang dikerjakan mahasiswa merupakan bagian dari proses pembelajaran yang membutuhkan tahapan analisis, perancangan, pengujian, dan penyempurnaan secara berkelanjutan.

Mewakili peserta PKL, Raka Miftakhul Ulum menyampaikan bahwa pengalaman di SMA Negeri 3 Salatiga menjadi pembelajaran penting yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama tim.

"Kami belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu menyelesaikan kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi kami di masa depan," ungkapnya.

Sementara itu, guru pamong Clara Shinta Eprilia, S.Pd.Kom. dan Deni Ariya Himawan, S.Pd.Kom. menilai para mahasiswa menunjukkan perkembangan yang positif selama masa penugasan.

"Pada awalnya mereka harus beradaptasi dengan budaya kerja dan lingkungan sekolah. Namun setelah hampir empat bulan bersama, kami melihat kemampuan beradaptasi, kerja sama, dan kemauan belajar yang sangat baik. Kehadiran mereka juga memberikan kontribusi positif dalam berbagai kegiatan sekolah dan pendampingan teknologi bagi siswa," ujar Clara.

Ia menambahkan bahwa sejumlah siswa mengaku terbantu dengan keberadaan mahasiswa PKL, terutama dalam pendampingan kegiatan teknologi dan penyelesaian kebutuhan teknis di sekolah.

Penarikan mahasiswa PKL menandai berakhirnya satu fase pembelajaran lapangan. Bagi sekolah, kehadiran mahasiswa menjadi tambahan energi dalam pengembangan teknologi pendidikan. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman di lingkungan sekolah menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar