Muh Sukron: Kesusksesan Anak Tergantung Usaha dan Doa Orang Tua

Segenap warga SMA Negeri 3 Salatiga melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 pada Kamis pagi (23/7). Upacara diikuti seluruh guru, karyawan, mahasiswa praktikan, dan seluruh siswa.

Bertindak sebagai pembina upacara Muh Sukron, M.Pd.I, dan petugas upacara Paskibra Pratita Wijaya.

Dalam amanatnya, Muh Sukron menjelaskan kunci keberhasilan yang harus diperhatikan para siswa. Ada dua hal yang disampaikan guru PAI itu, yakni agar para siswa tidak menjadi anak yang manja dan keberhasilan membutuhkan proses.

"Jangan menjadi anak yang manja karena kesuksesan akan diraih orang yang mandiri, bukan yang manja," tegasnya. Lalu dibeberkan beberapa contoh kebiasaan manja yang dilakukan anak di rumah.

Kunci keberhasilan yang kedua adalah bersabar dalam menjalani proses. Hal ini ditekankan karena seringkali anak hanya melihat hasil akhir. Padahal, untuk meraih kesuksesan, meraih nilai suatu mata pelajaran, misalnya, dibutuhkan proses.

"Kesuksesan itu membutuhkan proses, bukan protes, apalagi ngeles," imbuhnya.

Ditekankannya bahwa untuk mencapai suatu kesuksesan dibutuhkan kesabaran, baik oleh siswa maupun guru.

Di akhir amanatnya, guru PAI yang piawai berpantun ini menegaskan bahwa hal yang tidak kalah penting bagi kesuksesan anak adalah usaha dan doa orang tua. 

Orang tua seorang siswa, katanya, ada dua, yaitu di rumah orang tua kandung dan di sekolah yaitu guru. 

"Karena itu, saya berpesan, hargai dan hormati Bapak/Ibu gurumu di sekolah!" tegasnya. 

Meski sinar matahari pagi sudah cukup menyengat dan angin berhembus cukup kencang  hingga menerbangkan debu dan merontokkan dedaunan pohon bungur yang berdiri kokoh di sekeliling lapangan, upacara tetap berjalan dengan tertib dan khidmat.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar