Pemantapan TKA Perkuat Kesiapan Akademik Siswa Kelas XII

SALATIGA — Siswa kelas XII SMA Negeri 3 Salatiga mengikuti Program Pemantapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mata pelajaran wajib selama tiga hari, Senin–Rabu, 14–16 September 2026. Kegiatan berlangsung pada dua jam pelajaran pertama, pukul 07.00–08.45 WIB, dengan pembelajaran terarah pada Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah memberi ruang latihan yang lebih terstruktur bagi siswa dalam menghadapi TKA. Alih-alih memisahkan kegiatan dari proses belajar sehari-hari, pemantapan ditempatkan pada jam pertama dan kedua kegiatan belajar mengajar (KBM) dan dilaksanakan di kelas masing-masing.

Selama tiga hari, ketiga mata pelajaran diberikan secara bergiliran kepada 12 rombongan belajar, mulai XII-1 hingga XII-12. Pengaturan tersebut membuat setiap kelas memperoleh pemantapan untuk seluruh mata pelajaran wajib dengan alokasi waktu dua jam pelajaran per hari.

Pada Senin, 14 September, kelas XII-1 hingga XII-4 mendapat pemantapan Matematika, XII-5 hingga XII-8 Bahasa Inggris, sedangkan XII-9 hingga XII-12 Bahasa Indonesia. Sehari berikutnya, pembagian mata pelajaran dirotasi. Kelas XII-1 hingga XII-4 mengikuti Bahasa Indonesia, XII-5 hingga XII-8 Matematika, dan XII-9 hingga XII-12 Bahasa Inggris.

Rotasi kembali dilakukan pada Rabu, 16 September. Bahasa Inggris diberikan kepada XII-1 hingga XII-4, Bahasa Indonesia kepada XII-5 hingga XII-8, dan Matematika kepada XII-9 hingga XII-12. Dengan pola itu, seluruh rombongan belajar mendapat porsi pemantapan yang sama untuk tiga mata pelajaran wajib.

Pembelajaran ditangani oleh guru sesuai mata pelajaran pada setiap kelas. Penempatan beberapa guru dalam satu mata pelajaran memungkinkan pemantapan berlangsung serentak di seluruh rombongan belajar, tanpa harus mengumpulkan siswa dalam satu ruang khusus.

Bagi siswa, tiga hari pemantapan ini bukan sekadar tambahan latihan menjelang tes. Waktu tersebut dapat digunakan untuk kembali berhadapan dengan materi dan bentuk persoalan yang menuntut pemahaman, penalaran, serta ketelitian—kemampuan yang tidak cukup dibangun hanya dengan menghafal.

Sekolah juga meminta seluruh siswa hadir tepat waktu di kelas masing-masing serta membawa alat tulis dan perlengkapan yang diperlukan. Dengan pelaksanaan pada awal KBM, kesiapan siswa sejak jam pertama menjadi bagian penting agar waktu pemantapan dapat dimanfaatkan secara utuh.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar